The Vendetta, Pembunuhan Para Mantan Agen CIA

Judul Buku:
The Vendetta

Pengarang:
David Stone

Penerbit:
Dastan Books

Tebal:

509 halaman

Cetakan I:

Mei 2008

Micah Dalton berduka. Sahabatnya, Porter Naumann yang merupakan mantan agen CIA, ditemukan meninggal dengan kondisi yang sangat mengenaskan di depan sebuah gereja kecil di kota Cortona, Italia.

Investigasi awal kepolisian Cortona menyimpulkan bahwa Naumann bunuh diri. Dalton menyangsikan hal tersebut karena dia kenal betul sifat Naumann yang gigih dan pantang menyerah. Sahabatnya itu bukanlah orang yang mudah putus asa, sehingga berujung dengan mengakhiri hidupnya sendiri.

Jack Stallworth, Kepala Seksi Tim Pembersih CIA sekaligus atasan Micah, mengizinkannya untuk menyelidiki kematian Naumann. Sebelum berangkat ke Cortona untuk memulai penyelidikan, Dalton mengunjungi Ristorante Carovita, kafe yang dikunjungi Naumann di Venezia sebelum dia meninggal.

Di sela-sela lamunannya mengenang sahabatnya sambil ditemani sebotol minuman, dia melihat seorang lelaki Amerika tua, berbadan tegap, entah seorang koboi atau Indian. Entah mengapa Dalton tertarik mengamati pria itu. Maka ketika kotak cerutu si pria ketinggalan di meja, Dalton mengambilnya agar mempunyai alasan untuk menemui pria itu.

Malam itu di dalam kamar hotel yang dipesan Porter di Venezia, tiba-tiba Dalton mengalami halusinasi hebat. Dia merasa digigit oleh laba-laba hijau zamrud yang beracun. Dalam usahanya mengobati tangannya yang digigit, dia melihat hantu Porter bahkan bercakap-cakap dengannya. Keesokan paginya saat Dalton berniat pergi ke Cortona lagi, instingnya membuatnya melangkahkan kaki kembali ke kafe yang semalam. Dia menanyakan alamat si pria Amerika pada seorang pelayan kafe.

Setelah Dalton berhasil menemukan tempatnya yang ternyata sebuah rumah sewa, kamar yang dihuni oleh si Amerika telah kosong. Pemilik rumah itu mengatakan bahwa penyewa kamar itu bernama Sweetwater. Dia juga mengizinkan Dalton untuk menggeledah kamar tersebut. Lalu Dalton menemukan sebuah kantung berisi bubuk tak dikenal. Saat kantung itu dibuka, Dalton jatuh pingsan setelah sebelumnya seperti berhalusinasi lagi.

Duka Dalton bertambah saat CIA menemukan istri dan kedua anak Porter tewas di rumah mereka di London. CIA menduga Porter membunuh keluarganya lalu pergi ke Italia dan bunuh diri di sana. Tapi Dalton menemukan fakta menarik bahwa di dalam kamar hotel yang disewa Porter di Cortona, di Venezia, dan di dalam rumahnya di London terdapat bunga yang sama, yaitu Morning Glory. Bunga itu adalah jenis nokturnal atau makhluk malam yang membuka kelopaknya hanya pada malam hari.

Analisisnya adalah, bahwa seseorang menyimpan suatu bubuk dalam bunga itu lalu diletakkan/dikirim ke kamar hotel dan ke rumah Porter. Lalu malam harinya kelopak buka membuka sehingga bubuk itu menyebar dalam ruangan dan menyebabkan halusinasi bagi penghirupnya.

Berbekal fakta tersebut, Dalton bersemangat untuk kembali ke Italia untuk mencari Sweetwater. Namun atasannya melarang karena Dalton terlibat masalah dengan orang Kroasia di Venezia, selain itu dia belum sepenuhnya pulih dari efek bubuk yang dia hirup di kamar Sweetwater. Maka Dalton mengubah cara penyelidikannya dengan melacak Sweetwater melalui database komputer CIA.

Saat pelacakannya mulai menunjukkan titik terang, dia tidak bisa mendapatkan data lagi karena memasuki area akses terbatas. Dalton pun menduga bahwa kematian Naumann berhubungan erat dengan operasi CIA.

Alih-alih mengizinkan Dalton melanjutkan pencarian, Stallworth malah memberinya tugas lain. Yaitu menemui Willard Fremont, pensiunan CIA yang sekarang berada di penjara federal. Awalnya Dalton menerima tugas ini dengan setengah hati. Tapi ternyata dari Fremont diketahui bahwa rekan setimnya semasa di CIA (tim Eselon) telah terbunuh dengan mengenaskan, serupa dengan yang dialami Naumann. Maka terbukalah fakta bahwa ada orang yang mengincar nyawa para anggota tim Eselon.

Mengapa si pembunuh mengincar nyawa mereka? Mengapa Naumann juga dibunuh padahal dia bukan anggota Eselon? Benarkah Sweetwater pelakunya? Dan apa arti “Sweetwater” itu?

Pertanyaan-pertanyaan diatas pasti akan terbersit di pikiran anda saat membaca novel karya David Stone ini. Banyak hal tak terduga di dalamnya, dan tentu saja diwarnai ketegangan. Misalnya saat Micah Dalton bertahan hidup sendirian setelah dua rekannya tewas diterjang peluru dari jarak 183 meter. Selain itu novel ini juga dibumbui dengan sedikit pengetahuan tentang beberapa suku Indian di Amerika.

Saya berpendapat The Vendetta cukup menarik dalam mengemas misteri dan ketegangan dalam melacak pembunuh yang sebenarnya. Apalagi akar permasalahan yang menyulut rentetan pembunuhan ini ternyata merupakan sebuah konspirasi tingkat tinggi di dalam tubuh CIA.

Selain hal yang menarik itu, ada bumbu yang sedikit kurang pas menurut saya yaitu adanya penampakan hantu Porter Naumann. Karena pemunculan hantu biasanya identik dengan cerita khayalan alias tidak nyata. Sedangkan kisah investigasi pembunuhan adalah suatu kisah yang sangat nyata dan penuh dengan logika. Namun demikian, novel ini tetap mengasyikkan untuk anda baca hingga lembar terakhir.

Ersina Rakhma
Peminat buku, tinggal di Jakarta
(//jri)

(Disalin dari okezone.com)

Tinggalkan komentar

Filed under Resensi / Book Review

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s