Tintin di Tanah Sovyet

Tintin di Tanah Soviet

Judul : Petualangan Tintin
Wartawan “Le Petit Vingtieme” Tintin di Tanah Soviet
Penulis : Herge
Penerjemah : Donna Widjajanto
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : April 2008
Tebal : 142 hlm

Komik ini merupakan kisah pertama petualangan Tintin selaku wartawan “Le Petit Vingtieme” yang dibuat oleh Herge. Dari petualangan pertamanya di Ruisa inilah kelak komik seri Petualangan Tintin terus dibuat hingga mencapai 24 kisah yang mengajak pembacanya berkelana ke berbagai belahan dunia sambil menyelidiki berbagai kasus menarik bersama anjing setianya, Milo(Snowy) dan beberapa sahabatnya seperti Kapten Haddock, Thomson & Thompson, Prof Calculus, dll.

Dalam petualangan pertamanya ini Tintin diberi tugas untuk meliput keadaan di Soviet, negeri komunis yang sedang gencar-gencarnya mempropagandakan kemajuannya ke seluruh dunia. Rencana mengirim Tintin ke Soviet tampaknya telah tercium oleh agen-agen komunis Soviet.

Belum sampai Tintin tiba di Soviet, kereta api yang membawanya disabotase oleh seorang agen Soviet. Tintin selamat, namun ia ditahan oleh polisi Jerman dengan tuduhan merusak 10 gerbong dan menghilangkan 218 orang. Dengan kecerdikannya Tintin berhasil melarikan diri dan melalui kejar-kejaran yang seru dengan polisi Jerman akhirnya Tintin sampai di Stolbtzy, perbatasan Soviet.

Sesampai di Stolbtzy, ia kembali diketahui keberadaannya oleh agen Soviet. Berkali-kali Tintin harus menghadapi agen-agen Soviet yang mencegahnya memasuki Soviet, namun lagi-lagi berkat kecerdikan dan keberuntungannya Tintin berhasil meloloskan diri dan sampai si Moskow.

Sesampai di Moskow Tintin tak luput dari kejaran agen rahasia Soviet yang ingin menghabisi nyawanya. Berkali-kali Tintin tertangkap, namun berkali-kali juga Tintin meloloskan diri hingga akhirnya ia menemukan bunker tempat persembunyian Lenin, Trotzky, dan Stalin. Apa yang Tintin temui, dan berhasilkah ia akhirnya keluar dari Soviet dan menuliskan laporannya untuk koran dimana tempatnya bekerja? Jawabannya tentunya akan kita temui di komik hitam putih setebal 141 halaman ini.

Komik hitam puith ??? bukankah ciri khas komik Tintin justru teletak pada paduan warnanya cerah dan menarik? Seperti telah diungkap diatas, kisah Tintin di Soviet adalah petualangan pertama Tintin yang dibuat oleh Herge pada 1929. Dan memang saat itu Tintin masih berupa komik hitam putih dimana gambarnya masih belum terlihat sempurna dan detail. Sepintas mirip sebuah sketsa. Wajah Tintinpun dibuat nyaris tanpa ekspresi, kecuali hidung pentul dan tiga buah titik hitam untuk melukisan mata dan mulut. Yang tetap sama adalah jambul khasnya yang legendaris.

Panel-panel gambarnya masih sangat konvensional, setiap halaman berisi 3 hingga 6 buah panel gambar. Alur kisah dan logika komik inipun berbeda dengan kisah-kisah Tintin selanjutnya. Selain kisah yang lebih panjang (141 hal) di komik ini kitapun akan menemukan adegan-adegan splastis yang berlebihan seperti tertabrak kereta api, tercebur di danau es tapi tetap selamat, dll, belum lagi ditambah faktor-faktor kebetulan yang membuat sebuah peristiwa terselesaikan dengan sangat mudah.

Tak banyak yang tahu, sebenarnya hampir sebagian besar komik Tintin dibuat hitam putih seperti judul ini. Hingga akhirnya Herge merevisi, menggambar ulang,
menambah/ mengurangi panel, dan memberinya warna pada seluruh komik
Tintin, kecuali Tintin di Soviet yang dibiarkan apa adanya. Entah apa alasan Herge tak merevisi dan memberi warna judul ini. Mungkin sebagai monumen bagi dirinya dan pembaca setia Tintin bahwa seperti inilah Tintin pertama kali dibuat.

Dalam komik ini kita akan melihat bagaimana Herge muda tampak begitu membenci Soviet dengan ideologi komunisnya. Di komik ini kita akan melihat bagaimana Soviet saat itu begitu tertutup terhadap kehadiran wartawan asing seperti Tintin. Soviet hanya membuka diri pada wartawan luar negeri yang menganut ideologi komunis.

Kepada merekapun Soviet melakuka propaganda palsu yaitu dengan membuat seolah-olah pabrik-pabrik sedang berprodusi dengan gencar, namun ketika Tintin berhasil menyusup kedalam pabrik, ternyata di dalamnya hanyalah orang yang memalu besi untuk menimbulkan kesan suara mesin yang berproduksi. Atau ketika Tintin menemukan bagaimana kader-kader partai komunis melakukan pemilu curang dengan memaksa rakyat Soviet memilih partai komunis dibawah ancaman senjata.

Walau kisah ini penuh dengan satire politik dan mengusung semangat anti komunis. Namun tak berarti kisah ini tidak bisa dinikmati oleh anak-anak. Adegan kejar-kejaran antara Tintin dan pihak dinas rahasia soviet serta adegan-adegan splastis yang lucu dipastikan membuat anak-anak yang membacanya tertarik untuk membaca tuntas komik ini.

Sejarah Penerbitan

Tintin di Tanah Soviet / Tintin au Pays des Soviets pertama kali muncul sebagai komik berseri di suplemen kartun Le Petit Vingtieme terbitan koran Brussel Le Vingtieme Siecle, pada tangga 20 January 1929 hingga 11 May 1930. Pertama kali diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 1930. Di akhir tahun 1960an komik ini diterbitkan ulang masih dalam bentuk aslinya (hitam putih).

Di Indonesia sendiri komik ini baru terbit pada tahun 1995 oleh penerbit Indira dan dicetak ulang pada tahun 2005. Kini setelah hak cipta dan hak edarnya diambil oleh penerbit Gramedia, Tintin di Tanah Soviet kembali hadir kembali bagi pembaca Indonesia. Judul ini menjadi urutan pertama seri Tintin yang diterbitkan oleh Gramedia.

Kabarnya Gramedia memang berencana menerbitkan seluruh seri Tintin sesuai dengan urutan yang dibuat oleh Herge, termasuk menerbitkan karya terakhir Herge yang belum sempat diselesaikannya dan belum pernah diterbitkan di Indonesia sebelumnya, yaitu : Tintin dan Alpha Art.

@h_tanzil

Tinggalkan komentar

Filed under Resensi / Book Review

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s